Tuesday, September 26, 2006

Nelayan kita tertembak Lagi

Belum ada sebulan saya menulis tentang kematian nelayan di wilayah perbatasan, kembali kita disajikan berita yang serupa yaitu tentang penembakan nelayan oleh tentara negeri tetangga. Kali ini terjadi di sekitar pulau yang menjadi sengketa antara RI dan Malaysia, yaitu pulau berhala. Menurut laporan Antara kejadian tersebut terjadi pada tanggal 17 September sekitar pukul o7.30 WIB. Dua nelayan Belawan, Sumatra Utara, yang menjadi korban adalah Zainuddin (35) dan Hok Chin (27) dan keduanya dinyatakan masih dalam kondisi kritis karena penembakan tersebut. Sial benar nasib nelayan-nelayan kita ini. Masihkan kejadian serupa segera muncul lagi? Saya berharap -harap cemas semoga tidak ada lagi.

2 comments:

aSti said...

saya sangat setuju dengan tulisan anda yang berjudul " Berkaca pada Peristiwa Kematian Nelayan di Wilayah Perbatasan"
Sesuai tulisan anda, salah satu faktor penting yang menyebabkan nelayan melakukan ekspansi ke daerah penangkapan ikan yang baru salah satunya adalah karena semakin sulitnya menangkap ikan di wilayah terdekat.

Yang perlu kita kritisi bersama adalah, Indonesia dikenal sebagai negeri yang kekayaan lautnya berlimpah. Apa yang menyebabkan hasil tangkapan di Indonesia menurun?
Apakah itu pencemaran lingkungan (yang memang disengaja dan ditutupi oleh perusahaan2 pertambangan dan industri, baik di darat ataupun offshore) atau eksploitasi laut (pengerukan pasir, pengambilan karang) berlebihan, atau malah karena adanya pencurian ikan oleh kapal-kapal asing?

sepertinya perjuangan kita masih panjang...

Suadi said...

Makasih Mbak Asti. Yuk sama-sama kita lakukan. Bersama kita bisa...lah kok SBY bangat...hehe.