
Nah, kini Australia menjadi pemegang kendali dengan kuota tertinggi diantara negara-negara yang menangkap SBT saat ini. Australia tentu saja akan berperan penting dalam pengelolaan SBT. Namun demikian keuntungan yang menjanjikan dari eksploitasi ikan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Australia, apalagi seperti pernah saya tulis sebelumnya Jepang juga sangat percaya kalo Australia juga diduga melakukan kecurangan dengan mengekspor ikan-ikan berukuran kecil. Tapi yang menjadi pertanyaan berikutnya mau diapakan armada perikanan Jepang yang telah diinvestasikan untuk perikanan ini? Saya kira Jepang tidak akan berpangku tangan, dengan berkata "ya sudah". Nurut saya sih sangat boleh jadi negeri sakura ini akan berupaya mendekati beberapa negara potnesial untuk membuat berbagai pola kerja sama penagkapan ikan seperti yang banyak terjadi pasca negara-negara pantai mengadopsi UNCLOS di awal 1980an (yang membatasi pergerakan perikanan Jepang). Kita tunggu saja kelanjutannya.
2 comments:
haloo, nenggokin rumahnya ayah calya, mampir dari rumah bunda calya neh
ratna
Asslamualikum bang. Apa kabar niy Jepang? Senang deh sy bisa ke sini lagi. Thanks tlah koment di blog saya. Sy sepakat ada otonomi kampus, terutama dalam hal pengelolaan tapi untuk pendannaan, tunggu dulu. Jika otonomi pendanaan, maka mahaisswa jadi korban, spp naik. harus diingat, dana paling riil (pasti) adalah dari SPP mahasiswa. Sy senang dengan komentarnya. Mudah2an, dosen jadi makmur dengan BHP. Rasa2nya agak sulit bagi seorang dosen utk beteriak menolak BHP, jadi sy tdak kaget dg komentarnya di blog saya (Yg mungkin baernada menguji).
Post a Comment